Diduga Ada Pangkalan Siluman di Desa Baru Kecamatan Marosebo Selama 5 Tahun

0
755

Jambinow.com – Warga Desa baru kecamatan Maro sebo kabupaten Muaro jambi keluhkan sulitnya mendapatkan Gas Bersubsidi,dan lemahnya pengawasan pemerintah desa setempat. sepertinya permasalahan sulitnya masyarakat memperoleh Gas bersubsidi 3 kg ini tidak kunjung selesai karena kepala desa Baru tutup mata.(19/2/21)

Untuk memenuhi kebutuhan gas bersubsidi bagi masyarakat di kabupaten muaro jambi pemerintah kabupaten Muaro jambi melalui pertamina sudah menyediakan 4 distributor besar guna menyalurkan di setiap kecamatan bahkan di desa-desa yang ada di kabupaten muaro jambi.hal ini dikatakan M.Syukri ketua Forum BPD Kecamatan Maro sekaligus wakil ketua Forum BPD kabupaten Muaro jambi.

“Kami melalui Forum BPD akan layangkan surat ke pemda muaro jambi, ke polres muaro jambi,dan ke DPRD kabupaten Muaro Jambi. terkait peemaslahan ini.”Sebut M.Syukri.

Ia juga mengatakan di muaro jambi saja ada 4 distributor besar diantaranya, PT.Marizwa Abadi Jaya, PT.Raja Paningkunen, PT.Insan Sejahtera Lestari dan PT. Bindaud Karya Maju.

“Dari 4 Distributor tersebut sedikitnya ada 522 pangkalan resmi yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di kabupaten Muaro Jambi, namun anehnya kenapa Masyarakat masih kesulitan memperoleh gas bersubsidi, kemana Gas itu disalurkan?.” Ujar M.Syukri Penuh tanda tanya.

Lebih lanjut Ia juga menyayangkan lemahnya pengawasan instansi terkait, dari mulai pemerintah desa, kecamatan hingga pengawasam dinas koperindag kabupaten muaro jambi yang seharusnya tidak berpangku tangan di tengah sulitnya masyarakat dalam memperoleh gas bersubsidi itu, selain sulit harga Gas juga mahal.

“Seperti di desa-desa di kecamatan maro sebo umumnya selain sulit memperoleh gas bersubsidi, jika pun ada gas yang katanya bersubsidi itu masyarakat membeli bukan di pangkalan resmi melainkan di warung-warung yang ada di desa, juga dengan harga di atas standar HET Harga eceran tetap yang seharusnya HET 18000 tapi Masyarakat membeli dengan harga Rp.25000- 30,000′”Sebut Sukry.

Guna menguji kebenaran informasi itu, Media ini mencoba menelusuri ke salah satu desa di kecamatan maro sebo yaitu tepatnya di desa Baru, di desa tersebut sama sekali tidak ada terlihat pangkalan gas resmi, namun ketika di cek ke dinas koperindag ternyata di desa baru ada data daftar pangkalan gas resmi atas Nama warga desa itu.

Dan kemudian awak media kembali ke desa baru kecamatan maro sebo, mencoba mengkonfirmasi permasalahan ini ke kepala desa. dan Media berhasil menemui M.Yusup kades Desa Baru. Ia mengaku, tidak pernah memberikan rekomendasi untuk syarat mendirikan pangkalan gas di desanya tersebut.

“Masyarakat di sini sulit mendapatkan gas Bersubsidi, saya pernah ke kecamatan ingin mengurus izin mendirikan pangkalan gas resmi tapi tidak bisa orang kecamatan beralasan di di desa baru sudah ada pangkalan gas resmi,padahal saya belum pernah memberikan surat rekomendasi izin mendirikan pangkalan resmi di desa saya.” Sebut M.Yusup kepala desa Baru

Kemudian ia juga menyebutkan di desa baru ada terdata pangkalan gas yang menggunakan nama warganya, akan tetapi gas yang di distribusikan oleh PT Pertamina tidak masuk ke desanya, melainkan masuk ke desa Mudung darat ke rumah warga Mudung darat yang bernama Ateng.

“Ada yang menggunakan data warga desa baru untuk membuat pangkalan gas resmi, tapi sudah 5 tahun di kelola oleh warga desa Mudung darat yang bernama Ateng.Jadi untuk membuat pangkalan baru warga desa baru sudah tidak bisa lagi karena kuota sudah penuh, sudah ada pangkalan gas yang terdata di desa ini.” Sebut M.Yusup.

Namun ketika di tanya apakah tindakan dirinya selaku kepala desa ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelesaikan permasalahan ini. (Wahid).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here