Petani Minta Agar Pemda Cabut Izin Batu Bara PT Didi Dito Pratama

0
394

Jambinow.com- Menindaklanjuti surat tuntutan petani desa Kunangan kepada pemda Muaro Jambi yang menolak dengan tegas pembangunan Stockpile di Area persawahan desa mereka, kepala Dinas BLHD Muaro Jambi Firmansyah turun guna meninjau langsung ke lokasi pembangunan stockfile.Sabtu (25/7/20)

Melalui surat pernyataan sikap petani meminta pembatalan pembangunan stockpile di area persawahan di desa mereka yang telah di sampaikan kepada pemda Muaro Jambi oleh Uun Suheli Ketua GAPOKTAN BINA TANI desa Kunangan petani menuntut agar pemda mendukung petani untuk mempertahankan kedaulatan pangan di desa Kunangan.

Petani juga menuntut Kepada Bupati,agar dapat mendukung pernyataan sikap mereka dengan segera menerbitkan PERDA Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan memasukkan lahan sawah desa kunangan sebagai salah satu objek areal sawah berkelanjutan

“Kepada Pemerintah, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian Kabupaten Muaro Jambi atau Provinsi Jambi agar bisa untuk menfasilitasi kami mengoptimalkan Fungsi Irigasi. terlebih setelah dilakukannya penutupan pintu dam Irigasi sawah di desa kami akibat pembangunan stockfile,serta meminta pemda menfasilitasi terbentuknya Peraturan Desa tentang perlindungan sawah Desa Kunangan, itulah pernyataan sikap kami agar mendapatkan dukungan pemda ” Jelas Uun Suheli.

Firmansyah kepada Jambinow.com menyampaikan terkait penyelesaian permasalahan antara petani dan pengusaha Batu bara BLHD akan memanggil pihak pengusaha dalam waktu dekat untuk dimintai keterangan terkait perluasan dan lokasinya.

“Saya sudah ke lokasi namun
tidak ada kegiatan apa-apa dilokasi
saluran dam yang di tutup tidak ditemukan.”Kata Firmansyah.

Dan menurut Firmansyah di lokasi area persawahan didesa kunangan juga tidak ditemukan penjaga atau petugas termasuk masyarakat yang ingin diwawancarai tidak ada yang bisa ditemui,

“Kepastian belum didapat karena tidak ada yg bisa dikomfirmasi,”Tegasnya.

Dan berdasarkan pengamatannya bahwa lokasi adalah PT.lama yakni PT DIDI DITO PRATAMA dan kata Firmansyah PT tersebut sudah memiliki izin stockfile dan penumpukan material sirtu.

Namun terkait perluasan area pembangunan stockfile Firmansyah juga mengatakan, diduga lokasi belum masuk areal persawahan jauh dari persawahan, dan bukan tanah rawa ataupun gambut itu lahan kering atau tanah mineral Hanya dokumennya mungkin belum ada untuk peluasan. (Wahid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here