Kadis BLHD Berang, Minta PT Anugerah Hentikan Kegiatan

0
394

Jambinow.com – Konflik antara petani sawah desa kunangan dan pengusaha Stockfile batu bara masih berlanjut, sehingga membuat Kadis BLHD Muaro Jambi,kembali turun ke lokasi pembangunan Stockfile si desa kunangan Senin (27/7/20).

Tak puas dengan hasil investigasinya beberapa waktu yang lalu karena tidak menemukan titik objek pembangunan Stockfile batu bara yang menjadi permasalah antara petani dan pengusaha, kali ini Firmansyah kadis BLHD turun tidak sendiri namun ikut serta

Tim Investigasi BLHD yang melibatkan seluruh kabid di Dinas BLHD yang ikut serta untuk kembali turun kelapangan desa kunangan guna memastikan ada tidaknya aktifitas di area persawahan desa kunangan dan kemudian tim investigasi BLHD menemukan titik objek Stockfile,

Di lokasi pembangunan Stockfile Firmansyah (Kadis BLHD) mengatakan jika Sebenarnya kedatangan tim BLHD ke lokasi kali ini bukan untuk mengecek irigasi yang tertutup akibat kegiatan pembangunan pelabuhan Stockfile, sebab kata dia soal tali air itu yang dinas yang berwenang menangani masalah tali Air dinas pertanian.

” Saya itu hanya mengklarifikasi isu bahwa BLHD tidak berpihak ke petani itu imformasi yang berkembang, ternyata saya sampai kelapangan saya juga tidak tau kalau perusahaan ini melakukan pengembangan dari pada Stockpile,” Kata Firmansyah.

Lebih lanjut Firmansyah mengatakan jika pihak perusahaan belum ada memasukkan usulan ke pemerintah daerah terkait pengembangan perluasan pekerjaan Stockfile oleh PT ANUGRAH.

“Sebenarnya kedatangan kami belum ada kapasitas karena belum ada permohonan dari perusahaan akan tetapi saya kecewa ketika sampai ke lokasi ada kegiatan untuk pembuatan dermaga atau pelabuhan,”Jelas Firmansyah.

Dan kata Firmansyah seyogyanya PT ANUGRAH pengusaha terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan mengajukan permohonan ke PTSP sesuai dengan tata ruang kemudian keluar persetujuan prinsip dan izin lokasi, perusahan baru boleh melakukan kegiatan setelah melakukan pertimbangan teknis ke lingkungan hidup.

“Sekarang apa yang mau di pertimbangkan teknis oleh BLHD permohonan tidak ada,keterangan tidak ada cuma ada suatu aktifitas yang dapat meresahkan kelompok pertanian dan bahkan masyarakat di sekitar,”Kata Firmansyah.

Lebih lanjut kadis BLHD mengatakan jika Ia sangat menyayangkan bagi pihak pengusaha yang sudah melakukan kegiatan pembangunan pelabuhan Stockfile tetapi tidak melalui prosedur yang telah di tetapkan Pemerintah, maka BLHD meminta kepada pengusaha segera menghentikan kegiatan pembangunan pelabuhan stockfile.

“Kegiatan harus dihentikan dahulu,itu tidak bisa tidak,semua yang dibentang alam menurut UU no 32 2019 apabila ada kegiatan yang belum di lengkapi dengan dokumen, maka seluruh kegiatan tidak boleh berlangsung. “Jelas Firmansyah.

Sebagaimana diketahui dalam UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Dalam UU ini tercantum jelas dalam Bab X bagian 3 pasal 69 dan Larangan – larangan tersebut diikuti dengan sanksi yang tegas dan jelas.

“Hari ini 27 juli mereka harus sudah menghentikan kegiatan nanti sore, tidak bisa dilanjutkan 14 hari kedepan jika 14 hari kedepan tidak ada Action apa-apa maka kita akan panggil, dan ketika tidak ada kejelasan apa-apa maka akan kita tutup dulu sementara sampai batas waktu kelengkapan dari pada semua perizinan.”Tegas Firmansyah.

Sementara itu Firmansyah juga menegaskan jika dalam kepengurusan izin ada limit waktu kepengurusan ijin yakni dalam tempo 60 hari, 90 hari hingga 120 hari,dan akan tetapi aktifitas pekerjaan tetap tidak boleh dilakukan.

Jika proses Kelengkapan Dokumen pengelolaan lingkungan hidup (DPLH) tidak terpenuhi BLHD akan melakukan Rekomendasi mengehentikan kegiatan kepada penegak Hukum untuk melakukan Penghentian kegiatan tanpa izin.(Wahid.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here