Diduga Pt Anugrah Hendri Jaya Kangkangi Perda 03 Tahun 2017

0
135

Jambinow.com – Kadis BLHD Muarojambi turun langsung meninjau rencana pengembangan pembangunan stockfile batubara yang diduga mengancam kegiatan pertanian di Desa Kunangan. Ketika meninjau areal persawahan tersebut, Kadis BLHD Firmansyah terkejut, pasalnya ditemukan kegiatan pembuatan dermaga yang diduga ilegal atau tanpa izin.

“Setelah turun kelapangan, ternyata ditemukan ada kegiatan PT Anugrah Hendri Jaya untuk pembangunan dermaga. Kegiatan ini saya katakan ilegal karena tidak ada izinnya,” tegas Kadis DLH, Firmansyah.
Usulan pengembangan stockpile perusahaan belum masuk ke Pemerintah Kabupaten Muarojambi, apalagi ke Dinas Lingkungan Hidup. “Jadi kita ini tadinya belum tahu lokasinya. Kedatangan saya belum berkapasitas, karena tidak ada permohonan. Belum ada yang saya kaji,” kata Firman

Ketika sampai dilokasi, ia kecewa karena menemukan ada kegiatan pembuatan dermaga atau pelabuhan. Sejatinya, sebelum melakukan kegiatan pembuatan pelabuhan harus mengajukan permohonan ke pemerintah daerah.
Perusahaan, lanjutnya, harus mengajukan perizinan dulu ke pemda melalui PTSP, kemudian dilihat sesuai atau tidak dengan RTRW. Setelah itu, keluar izin prinsip dan izin lokasi. Tidak itu saja, ada lagi izin yang harus dilengkapi perusahaan, yakni dari Syahbandar, bahkan izin dari Balai Wilayah Sungai Sumatera.
“Sekarang saya sudah melihat langsung ke lokasi, jadi saya tegaskan, bahwa kegiatan ini harus dihentikan karena tidak ada izinnya. Jika masih melakukan kegiatan, maka akan kita surati penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas,” tegasnya lagi.

Firmansyah menyayangkan aktivitas perusahaan yang telah mengangkangi melanggar perda Kabupaten Muarojambi Nomor 03 tahun 2017 tentang pengelolaan lingkungan hidup. “Pengusaha ingin melakukan kegiatan pelabuhan tapi tidak mengurus izin ke pemerintah daerah, kegiatan itu harus dihentikan sementara. Sampai dengan dilakukan pengurusan izin ke pemerintah daerah. Jadi mulai hari ini (kemarin, red) kegiatan ini harus dihentikan sampai dengan 14 hari kedepan. Sampai mereka mengurus izin,” tandasnya. (nai/hid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here