Jambret Mulai Marak, PNS Muarojambi Lapor Polsek Sekernan

0
646

Jambinow.com- Mendekati bulan suci romadhon kejahatan jalanan sudah sering terjadi bahkan kian meningkat di wilayah hukum Polsek Sekernan, bagi Masyarakat pengguna jalan hendaknya semakin meningkatkan pula kewaspadaan saat berkendara, pasalnya aksi jambret sudah beberapa kali terjadi di wilayah sengeti dan sekitarnya.

Kali ini peristiwa penjambretan kembali di alami Zaitun pegawai RSUD Ahmad Ripin Rabu pagi (7/3/21) Ia menjadi korban jambret saat di perjalanan hendak kembali ke RSUD Ahmad Ripin seusai membeli sarapan pagi, kejadian naas lokasi tepatnya di depan Masjid Nurul Waton dekat SDN 66/IX Sengeti ibu kota kabupaten Muaro jambi mirisnya lokasi kejadian tidak jauh dari kantor Polsek sekernan.

Kapolsek Sekernan AKP Edi Bernawan melalui Kanit Reskrim Polsek Sekernan AIPDA Cecep Ismail membenarkan dalam kurun waktu beberapa bulan ini tahun 2021. ada yang melapor namun bukan melaporkan peristiwa penjambretan melainkan hanya kehilangan saja untuk kepengurusan berkas penting.

“Kasus pejambretan yang terjadi di wilayah hukum sektor sekernan memang ada namun kami menyayangkan dalam hal peristiwa penjambretan ini, tidak adanya warga yang melaporkan secara resmi ke kepolisian, hanya ada melaporkan kehilangan tercecer.”Sebut AIPDA Cecep Ismail.

Kepada masyarakat yang mengalami peristiwa penjambretan dihimbau dapat segera melaporkan secara resmi ke polisi agar bisa di tindak lanjuti proses penyelidikan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Sementara itu Zaitun Korban Jambret saat dikonfirmasi Jambinow.com mengatakan, pelaku penjambret terhadap dirinya satu orang dengan mengendarai sepeda Motor Vixion warna Putih pelaku mengenakan jaket putih lengan panjang dan helm hitam.

Lebih lanjut Zaitun yang merupakan PNS tenaga medis Laboratorium di RSUD Ahmad Ripin Sengeti menceritakan awal kejadian penjambretan tersebut.

“Saya habis membeli sarapan pagi dan ketika ingin kembali ke RSUD Ahmad Ripin waktu itu sekitar pukul 09 Wib. Nah pas sesudah keluar dari warung lontong di perjalanan tiba-tiba saja saya dipepet satu orang bermotor vixion dan saya kaget reflek berteriak minta tolong karena tiba-tiba pelaku merampas tas saya dari sebelah kiri ditariknya dan Tas beserta isinya berhasil dibawa kabur pelaku.”Katanya

Beruntung saat kejadian Dirinya tidak terjatuh dari kendaraan yang dinaikinya namun ia mengaku sangat syok akibat kejadian itu. dan ia menyayangkan di pusat ibu kota kabupaten dan jaraknya dekat polsek hanya satu kilometer malah tidak aman.dan sudah melaporkan kejadian ini ke polsek.

“Atas kejadian ini saya mengalami kerugian lebih kurang 5 juta, di dalam Tas Uang Tunai 3 jutaan Hanphone Merk Vivo, kartu Atm, SIM, kartu BPJS dan peristiwa ini saya bersama suami sudah melaporkan ke pihak polsek sekernan.dengan harapan supaya keamanan di wilayah ini lebih di tingkatkan.” Tandasnya.

(Wahid)