Warga Senaung Gerah, Penambang Pasir Ilegal Asal Bungo Masih Beroperasi

0
627

Jambinow.com- larangan warga Muarojambi terkait penambangan pasir ilegal, kayaknya tidak diindahkan oleh pengusaha Tambang pasir Ilegal di Daerah aliran sungai Batang hari tepatnya di rt 6 desa Senaung kecamatan Jambi luar kota kabupaten Muaro Jambi provinsi Jambi, pengusaha yang menurut keterangan warga setempat bernama Fauzi warga Muaro Bungo. dan menurut warga sebelumnya kegiatan penambangan pasir tidak mendapatkan izin oleh warga setempat untuk melakukan aktivitas penambangan pasir di desa mereka namun tetap berani operasi.(16/6/21).

Kepada media ini Jupri warga yang tinggal di pinggiran sungai Batang hari RT 6 desa Senaung kecamatan Jaluko kabupaten Muaro jambi mengatakan, sebelumnya pada Oktober 2020 lalu sudah ada mediasi dan hasil dari mediasi tersebut pihak penambang pasir dengan ponton besar itu tidak mendapat izin dari warga Senaung untuk beraktivitas.

“Sudah pernah melakukan rapat mediasi
dihadiri 61 kk warga senaung ,rapat di pimpin langsung oleh Kepala desa,juga hadir ketua BPD Senaung ketua Rt,ketua LPM dan pihak penambang pasir itu sendiri juga hadir, dan dalam mediasi itu tidak diperoleh kesepakatan,dalam artian warga tidak ijinkan penambangan di sungai Batang hari di desa kami.” Jelas Jupri.

bahkan kata Jupri saat mediasi yang di laksanakan di gedung DTA Jauharul iman RT 07 desa Senaung tersebut juga turut di hadiri perwakilan dari dinas lingkungan hidup kabupaten Muaro Jambi yang menyaksikan kesepakatan bahwa tidak di perbolehkan penambangan di desa mereka beroperasi.

Dan dari hasil mediasi tersebut di peroleh keputusan yang di tuangkan melalui berita acara resmi bahwa warga tidak menyetujui adanya kegiatan penambangan pasir di wilayah aliran sungai Batang hari desa Senaung.

Bahkan warga meminta melalui pemerintah desa untuk pinggiran sungai batang hari di desa mereka supaya di usulkan ke DPRD agar di bangun turap sesegera mungkin untuk keamanan warga beraktivitas sehari-hari di pinggiran sungai dari RT 01 hingga RT 06 pasalnya sebelum adanya kegiatan penambangan saja sudah banyak bibir sungai yang mengalami longsor.

“Penambang pasir ini, nekat kemarin bulan puasa setelah mediasi dan di tolak warga malah masih tetap berani beraktivitas,namun saat itu di hentikan dua warga desa, warga desa penyengat dan desa warga desa Senaung, dan hari ini masih bandel beroperasi lagi.” Kesal Jupri.

Kepada pemerintah terkait Ia berharap untuk dapat menindak tegas oknum penambang pasir nakal tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak di inginkan akibat warga mengamuk.

” Kepada pihak terkait tolong tindak dengan tegas penambang pasir itu, sebelum kami warga Senaung beramai-ramai datang ke ponton dan menghentikan sendiri kegiatan penambangan pasir tersebut.” Ancam Jupri. (Wahid)

Wahid.