Kadinkes Mengaku Tidak Tahu, Sertifikat Vaksin Menjadi Syarat Administrasi Jika Adakan Resepsi Pernikahan Warga Muarojambi

0
1065

Jambinow.com – Pemerintah pusat hingga ke daerah-daerah kini tengah gencar-gencarnya melaksanakan Vaksinasi covid-19 kepada masyarakat sipil maupun kepada aparatur sipil negara (ASN) juga tidak terkecuali di kabupaten Muaro jambi, saat ini juga tengah melaksanakan vaksinasi Covid19.(28/7/21).

Dan tak lama ini di kabupaten Muaro Jambi beredar isu di tengah-tengah masyarakat bahwa sertifikat vaksin Covid19 menjadi syarat Administrasi penting seperti untuk syarat kepengurusan bansos,perjalanan keluar daerah bahkan ijin pesta pernikahan dan sebagainya,

Bahkan beredar surat resmi pemberitahuan kepada masyarakat yang dikeluarkan oleh salah satu camat yang ditujukan kepada para kepala desa yang ada di wilayah kecamatan Maro sebo.surat pemberitahuan tersebut tegas untuk mengatur penggunaan Sertifikat vaksin menjadi syarat Administrasi bagi masyarakat.

Dalam surat tersebut di sebutkan atas dasar hasil rapat tim covid19 kabupaten Muaro Jambi tanggal 23 juli 2021 dan rapat tim gugus tugas tingkat kecamatan tanggal 26 juli 2021 diputuskan ada penambahan syarat administrasi dalam resepsi pernikahan.

Jelas dan tegas pertama dalam surat pemberitahuan itu, bagi Calon pengantin dan orang tua pengantin harus menyertakan sertifikat vaksin Covid19 sebagai syarat administrasi. namun kemudian pada nomor berikutnya bagi masyarakat yang tidak bisa di vaksin harus melampirkan surat keterangan dari puskesmas setempat.

Tidak hanya itu juga beredar isu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup kabupaten Muaro jambi juga di wajibkan untuk melaksanakan Vaksinasi dan Sertifikat Vaksin menjadi syarat untuk mencairkan TPP.

Afifuddin selaku kepala dinas kesehatan kabupaten muaro jambi kepada media ini mengaku tidak mengetahui secara pasti jika Vaksinasi ataupun sertifikat vaksin merupakan menjadi salah satu syarat wajib bagi masyarakat ataupun ASN sebagai kelengkapan sarat kepengurusan Administrasi dan melempar hal ini ke bupati.

“Wah itu perlu konfirmasi bupati, dari kami tidak ada mengatur itu. Kartu vaksin diberikan untuk menjelaskan seseorang telah mendapatkan vaksinasi.” Sebut Afifuddin lewat WhatsApp pribadinya.

Dan ketika ditanya seberapa pentingnya Vaksinasi,dan di kabupaten muaro jambi sejauh mana keharusan atau kewajiban masyarakat untuk menjalani Vaksinasi, juga apakah Vaksinasi bisa menjamin bagi yang sudah melaksanakannya terbebas dari virus covid19 yang tengah melanda dunia, Kadinkes irit bicara terkesan enggan menjawab.

Afifudin kemudian hanya mengirimkan salinan Perpres nomor 41.Tentang pengadaan Vaksinasi dan pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Yang mana dalam salinan Perpres yang di berikan Kadinkes tersebut di bunyikan sanksi jelas pada pasal 13A ayat (4) Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran
penerima Vaksin COVID- 19 yang tidak mengikuti Vaksinasi COVID-19 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dikenakan sanksi administratif,
berupa:

a. penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial;
b. penundaan atau penghentian layanan
administrasi pemerintahan; dan/atau
c. denda.

Dan lebih lanjut dalam ayat (5) Pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan oleh kementerian,lembaga, pemerintah daerah, atau badan sesuai
dengan kewenangannya.

Sementara itu Suyanto Masyarakat kabupaten muaro jambi yang sudah melaksanakan vaksinasi covid19 mengatakan dirinya ikut melaksanakan vaksin hanya untuk keperluan kelengkapan administrasi guna keperluan melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Iya saya ikut vaksin hanya ingin ngambil sertifkat soalnya saya mau pergi ke jawa.namun ada masalah nama yang keluar disertifikat Vaksin tidak sesuai dengan nama yang tertera di ktp saya. ” Sebutnya.

lebih lanjut iya menambahkan sebab sebelumnya ada juga warga di desanya yang berasal dari jawa perantau di muaro jambi dan ketika ingin melakukan perjalanan ke jawa harus diVaksinasi terlebihdulu.

“Kemarin ada orang sini balik ke jawa, harus vaksin dulu.katanya kepada saya.” Jelas Suyanto.

(Wahid)