Fluminense Melaju ke Perempat Final Piala Dunia Antarklub Setelah Menaklukkan Inter Milan 2-0

Fluminense mengalahkan Inter 2-0 pada pertandingan Piala Dunia Antarklub Selasa dini hari WIB di babak 16 besar, saat dua tim asal Brasil melaju ke babak perempat final.

Ini merupakan pertarungan tim yang belum terkalahkan di Piala Dunia Antarklub, karena kedua tim belum pernah kalah dalam kompetisi ini sebelum pertandingan ini.

Gol-gol dari Germán Cano dan Hércules memastikan kelolosan Fluminense ke babak perempat final, di mana mereka akan menghadapi Manchester City atau Al Hilal pada tanggal 4 Juli

Kisah luar biasa Brasil di Piala Dunia Antarklub berlanjut pada pertandingan ini setelah gol cepat Fluminense mengejutkan penjaga gawang Swiss, Yann Sommer, dalam lima menit pertama.

Umpan silang yang dibelokkan oleh Alessandro Bastoni mengarah ke Germán Cano, yang tidak terkawal di tengah kotak penalti, dan sundulan dari penyerang asal Argentina itu membawa tim Brasil unggul 1-0.

Inter seharusnya bisa menyamakan kedudukan lima menit kemudian, ketika masuknya Federico Dimarco memaksa Fábio melakukan penyelamatan untuk mempertahankan keunggulan Fluminense.

Skuat asuhan Renato Gaúcho hampir menggandakan keunggulan mereka di menit ke-60, ketika tendangan Jhon Arias dari luar kotak penalti masih bisa ditepis oleh Sommer, dan tendangan yang diteruskan oleh Samuel Xavier masih melenceng ke tiang jauh.

Bastoni mendapatkan kartu kuning untuk pelanggarannya terhadap Xavier dan akan absen di perempat final, melawan Manchester City atau Al Hilal, jika mereka lolos.

Pemeriksaan VAR mematahkan hati para pendukung Brasil ketika gol Ignácio pada menit ke-39 dinyatakan offside setelah menerima umpan sundulan dari Renê. Kedudukan tetap 1-0 saat peluit turun minum.

Cristian Chivu terpaksa melakukan pergantian tiga pemain pada timnya belum genap sepuluh menit babak kedua berjalan, dengan Luis Henrique, Valentín Carboni dan Petar Sučić menggantikan Denzel Dumfries, Mkhitaryan dan Kristjan Asllani.

Marcus Thuram tampil sebagai starter untuk pertama kalinya bagi Inter sejak kekalahan 5-0 dari Paris Saint-Germain di Final Champions League. Ini juga merupakan penampilan pertamanya di Piala Dunia Antarklub, setelah tampil pada babak kedua dalam hasil imbang 1-1 melawan CF Monterrey, namun inklusi yang dilakukannya tidak efektif.

Penyelamatan gemilang Sommer menggagalkan tendangan Arias dari luar kotak penalti yang membentur tiang gawang, dan penyerang Kolombia itu bertekad untuk mencetak gol dari jarak jauh.

Stefan de Vrij menyia-nyiakan peluang dari jarak dekat pada menit ke-69 setelah Lautaro Martínez menyundul umpan silang yang mengarah ke kaki pemain belakang Belanda, tetapi tembakannya melayang melewati tiang gawang.

Tendangan bebas Dimarco dari luar kotak penalti, saat laga tersisa seperempat jam lagi, merupakan peluang yang paling dekat dengan gol penyeimbang, namun tendangannya masih meleset tipis dari tiang gawang.

Inter terus mengurung, setelah mereka menemukan semangat dalam sepuluh menit terakhir pertandingan. Martínez melewatkan dua peluang untuk menyamakan kedudukan, satu tendangannya digagalkan oleh Fábio, sedangkan yang lainnya membentur tiang gawang.

Terlepas dari tekanan Inter, gol dari Hércules di masa tambahan waktu memastikan tak ada lagi harapan bagi kebangkitan Italia dan Fluminense melaju ke perempat final.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *