Pertemuan di pertengahan bulan Mei antara kedua tim yang berada di peringkat 16 dan 17 klasemen Liga Primer biasanya tidak terlalu menarik perhatian.
Namun final Liga Eropa UEFA Kamis dini hari WIB ini di San MamΓ©s, Bilbao, memiliki arti yang sangat penting bagi Tottenham Hotspur dan Manchester United.
Belum pernah mengangkat trofi apapun sejak Juande Ramos memimpin kemenangan mereka atas Chelsea di final EFL Cup 2008, Spurs sangat menginginkan sebuah trofi.
Ange Postecoglou telah tampil buruk di sebagian besar musim ini dan masa depannya masih jauh dari kata pasti, namun mengakhiri paceklik gelar Tottenham akan membuat semuanya menjadi berharga bagi pelatih asal Australia tersebut, yang mengatakan kepada para reporter di bulan September: βSaya selalu memenangkan banyak hal di tahun kedua saya.β
Ruben Amorim tidak terlalu optimis, dengan menggambarkan tim United asuhannya sebagai tim terburuk dalam sejarah klub.
Pemenang di laga ini akan memastikan kualifikasi Liga Champions UEFA untuk 2025-26, dengan hadiah finansial yang memberi Amorim kesempatan untuk meningkatkan pembangunan kembali United.
Tim yang kalah akan menghadapi kenyataan yang tidak menyenangkan karena mengalami musim terburuk dalam sejarah modern.
Ini akan menjadi final keenam dalam sejarah kompetisi klub UEFA, dengan tidak ada negara lain yang memiliki jumlah final sebanyak ini antara dua klub mereka (Italia dan Spanyol memiliki lima final).
Ini akan menjadi yang ketiga yang melibatkan Tottenham, yang mengalahkan Wolves dengan agregat 3-2 di final Piala UEFA 1972 dan kalah 2-0 dari Liverpool di Liga Champions 2019.
Dan sejak perubahan nama Liga Europa pada 2009, ini akan menjadi final keempat yang mempertemukan dua tim dari negara yang sama, setelah 2011 (Porto 1-0 Braga), 2012 (AtlΓ©tico Madrid 3-0 Athletic Club) dan 2019 (Chelsea 4-1 Arsenal).
Pada saat pertandingan final ini dimulai, sudah 17 tahun dan 86 hari sejak terakhir kali Spurs meraih trofi dengan memenangkan EFL Cup. Sementara itu, gelar Eropa terakhir mereka diberikan oleh manajer Keith Burkinshaw di Piala UEFA 1983-84, 40 tahun dan 363 hari yang lalu.
Kemenangan di sini akan membuat mereka menjadi klub Inggris kedua yang memenangkan Piala UEFA/Liga Europa tiga kali, setelah Liverpool, dengan hanya Sevilla (tujuh) yang memenangkannya lebih dari tiga kali.
Head to head:
16/02/25 Tottenham 1 – 0 Manchester United
19 /12/24 Tottenham 4 – 3 Manchester United
29/09/24 Manchester United 0 – 3 Tottenham
14/01/24 Manchester United 2 – 2 Tottenham
19/08/23 Tottenham 2 – 0 Manchester United
Lima Pertandingan Terakhir Tottenham:
17/05/25 Aston Villa 2 – 0 Tottenham
11/05/25 Tottenham 0 – 2 Crystal Palace
09/05/25 Bodo Glimt 0 – 2 Tottenham
04/05/25 West Ham 1 – 1 Tottenham
02/05/25 Tottenham 3 – 1 Bodo Glimt
Lima Pertandingan Terakhir Manchester United:
17/05/25 Chelsea 1 – 0 Manchester United
11/05/25 Manchester United 0 – 2 West Ham
09/05/25 Manchester United 4 – 1 Athletic Bilbao
04/05/25 Brentford 4 – 3 Manchester United
02/05/25 Athletic Bilbao 0 – 3 Manchester United
Perkiraan Susunan Pemain:
Tottenham: Vicario; Porro, Romero, Van de Ven, Udogie; Sarr, Bissouma, Bentancur; Johnson, Solanke, Son.
Manchester United: Onana; Lindelof, Maguire, Yoro; Mazraoui, Ugarte, Casemiro, Dorgu; Diallo, Fernandes; Hojlund.