Tekanan Pada Timnas China Menjelang Pertandingan Wajib Menang Melawan Indonesia

Timnas China berada di bawah tekanan besar karena mereka harus memenangkan dua pertandingan krusial di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk menjaga harapan mereka untuk maju.

Timnas China saat ini berada di dasar klasemen grup C dengan enam poin, sejajar dengan Bahrain namun kalah dalam hal selisih gol (-13 berbanding -8). Indonesia memiliki keunggulan tiga poin di tempat ketiga, dengan selisih gol -6.

Menurut peraturan turnamen, peringkat ditentukan pertama-tama oleh poin, kemudian selisih gol, gol yang dicetak, dan terakhir rekor head-to-head. Bahkan jika China memenangkan kedua pertandingan tersisa mereka, melawan Indonesia pada 5 Juni dan Bahrain pada 10 Juni, mereka masih bisa tersingkir.

Kekalahan dari Indonesia, bagaimanapun juga, akan mengakhiri peluang mereka untuk lolos dengan segera. Skenario dengan pertaruhan besar ini telah mempengaruhi skuad.

“Ini adalah pertarungan untuk bertahan hidup. Kemenangan adalah satu-satunya pilihan. Tidak ada ruang untuk mundur,” kata penyerang Zhang Yuning kepada Xinhua, menambahkan bahwa sebagai tim tandang, China harus mengubah tekanan menjadi momentum dan menunjukkan kekuatan, hasil latihan, dan persatuan tim.

Wang Yudong, seorang bintang yang sedang naik daun di tim, mengatakan: “Para pemain veteran selalu berbagi pengalaman mereka. Peran saya adalah untuk fokus pada permainan, menggunakan kecepatan dan keterampilan untuk menantang lawan dan membantu menciptakan keunggulan bagi tim.”

Dalam upaya untuk meringankan tekanan, Asosiasi Sepak Bola Cina (CFA) telah meminta psikolog olahraga yang berpengalaman untuk membantu para pemain mengelola stres, menurut outlet media Cina 163.

Sohu melaporkan bahwa pelatih kepala Branko Ivankovic telah menjalankan pertandingan yang diperpanjang antara pemain tim, yang berlangsung lebih dari 100 menit, untuk menjaga ketajaman dan tempo dalam kondisi tekanan tinggi.

Seluruh 25 pemain dalam skuat saat ini bermain di liga domestik. Dibandingkan dengan kemenangan 2-1 atas Indonesia pada Oktober 2024, skuat saat ini memiliki beberapa nama baru, seperti bek Wang Shiqin, gelandang Serginho dan Yang Mingyang, serta dua penyerang berusia 18 tahun, Wang Yudong dan Liu Chengyu.

Serginho, pemain kelahiran Brasil, melakukan debutnya untuk China dalam kekalahan 0-2 dari Australia pada bulan Maret. Yang Mingyang, yang lahir di Swiss, baru-baru ini menyelesaikan proses naturalisasinya dan memenuhi syarat untuk bermain bagi China pada 19 Mei. Gelandang kelahiran 1995 ini sebelumnya mewakili Swiss di level U-16 hingga U-20.

Pertandingan antara Indonesia dan China akan dimulai pada pukul 20.45 WIB pada 5 Juni di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *